Monday, March 13, 2017

Tugas Resume “Ilmu Komunikasi Islam”
BAB I
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN MANFAAT MEMPELAJARI KOMUNIKASI ISLAM
A.    Definisi Komunikasi Islam
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication. Di antara ati komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku. Komunikasi juga diartikan sebagai cara untuk mengkomunikasikan ide dengan pihak lain, baik dengan berbincang-bincang, berpidato, menulis, maupun melakukan korespondensi.
Dalam bahasa Arab, komunikasi sering menggunakan istilah tawashul dan ittishal. Awwadh mengatakan bahwa ittishal adalah melakukan cara yang terbaik dan menggunakan sarana yang terbaik untuk memindahkan informasi, makna, rasa, dan pendapat kepada pihak lain dan memengaruhi pendapat mereka serta meyakinkan mereka dengan apa yang kita inginkan apakah dengan menggunakan bahasa atau dengan yang lainnya.
Kalau merujuk kepada kata dasar washala yang artinya sampai, tawashul artinya adalah proses yang dilakukan oleh dua pihak untuk saling bertukar informasi sehingga pesan yang disampaikan dipahami atau sampai kepada dua belah pihak yang berkomunikasi. Jika komunikasi hanya terjadi dari satu arah tidak bisa dikatakan tawashul. Adapun kata ittishal secara bahasa lebih menekankan pada aspek ketersambungan pesan, tidak harus terjadi komunikasi dua arah.
Adapun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Dr. Halah al-Jamal mengatakan bahwa komunikasi adalah upaya menusia untuk menampilkan hubungan yang baik dengan pencipta-Nya, dengan dirinya, dan dengan sesama manusia. Sedangkan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja yang berjudul Pegantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh definisi mengenai pengertian komunikasi. Definisinya sebagai berikut:
1.  Komunikasi adalah suatu proses melalui mana komunikator menyampaikan stimulasi dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya.
2.   Komunikasi adalah proses menyampaikan informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.
3.    Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?).
4.   Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
5.  Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
6.     Komunikasi adalah suatu proses ang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
7.      Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat memengaruhi pikiran orang lainnya.
Stewart L. Tubbs dalam bukunya Human Communication merangkum ati komunikasi dengan mengatakan bahwa komunikasi secaa luas didefinisikan sebagai berbagi pengalaman. Dan Dr. Harjani Hefni dalam bukunya Komunikasi Islam pun mengatakan sepakat dengan Tubbs mengenai makna komunikasi. Hanya saja menurutnya komunikasi tidak hanya bermakna berbagi pengalaman. Berbagi pengalaman artinya berbagi informasi tentang pengalaman yang didapat oleh masing-masing pihak yang berkomunikasi. Selain berbagi pengalaman, komunikasi juga berarti membagi pengalaman. Definisi komunikasi juga tidak boleh mengabaikan aspek pengaruh komunikasi saat proses dan sesudah proses berbagi pengalaman berlangsung. Komunikasi juga membantu seseorang untuk bertindak lebih efektif. Sehingga Dr. Harjani Hefni berpendapat bahwa komunikasi adalah proses berbagi dan membagi pengalaman dengan tujuan saling memengaruhi.
B.     Definisi Islam
Abdul Karim Zaidan dalam Ushul al-Dakwah memaparkan definisi tentang Islam:
1.     Islam adalah bersyahadat bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji, sebagaimana yang terdapat dalam Hadis Jibril. Definisi ini menunjukan Islam dari sisi amalan utama atau lima rukun utama yang tidak boleh ditinggalkan oleh orang yang memeluk agama Islam.
2.     Islam adalah kerendahan, penyerahan diri, dan ketundukan kepada Allah Robbul Alamin. Ketundukan ini disyaratkan harus dalam bentuk pilihan bukan karena terpaksa, yaitu ketundukan kepada Allah di segala bidang. Bukti ketundukan itu terwujud pada kepatuhan terhadap syariat Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. yang sebagaimana dalam firman Allah:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” QS. Ali Imran (3): 19
3.     Islam adalah sistem umum dan peraturan lengkap tentang urusan kehidupan, serta panduan meniti kehidupan dan segala konseunsi dari penerimaan atau penolakan terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT. Definisi ini menekankan bahwa orang yang menerima Islam secaran parsial dan tidak lengkap sebenarnya belum berislam dengan sebenarnya.
4.    Islam adalah kumpulan seluruh nilai yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh manusia, baik hukum akidah, akhlak, ibadah, muamalat, serta berita-berita yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
5.    Islam adalah jawaban yang benar dan tepat untuk menjawab tiga pertanyaan prinsip yang selalu menyibukkan akal manusia dan selalu muncul dalam pikiran mereka sepanjang masa:dari masa kita berasal, untuk apa kita hadir di muka bumi ini, dan kemana tempat kita kembali? Maka islam menjawab bahwa manusia berasal dari Allah yang menciptakan manusia dari dua perpanduan utama yaitu jasad yang diciptakan dari tanah dan saripati tanah, kemudian ruh berasal dari Allah SWT. Tujuan utama manusia hidup di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. maka seluruh aktivitas manusia tidak boleh keluar dari tujuan utama tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” Adz-Dzariyat : 56.
Kemudian kemana kita akan kembali, Islam menjawab bahwa setelah kehidupan dunia ada kehidupan abadi akhirat, dan manusia akan menempatkan salah satu dari dua tempat yang disediakan untuk mereka, yaitu surga buat yang beriman dan beramak saleh, dan neraka untuk yang kufur dan melanggar aturan-aturan Allah. Sebagaimana Allah berfirman:
“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan” QS. Al-Jatsiyah : 15
6.    Islam adalah roh yang sebenarnya bagi manusia, cahaya dalam meniti jalan, obat segala penyakit, dan jalan yang lurus yang akan memberikan keselamatan bagi penggunanya.
Dari sekian beberapa definisi Islam yang dipaparkan di atas tidak ada yang salah dan semuanya saling melengkapi. Maka secara bahasa Islam artinya adalah tunduk, menyerahkan diri kepada Allah, damai, serta selamat. Dengan makna tersebut kedamaian dan keselamatan inilah yang mewarnai seluruh dimensi ajaran Islam dengan semangat dan roh untuk menebar rahmat bagi seluruh alam bukan sekedar slogan, tapi roh yang melekat dengan nama Islam itu sendiri.
C.     Makna Komunikasi Islam
Berdasarkan informasi dari AL-Qur’an dan As-Sunnah ditemukan bahwa komunikasi Islam adalah komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri sendiri, dengan Sang Pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan kedamaian, keramahan, dan keselamatan buat diri dan lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Dalam buku Dr. Harjani Hefni, Komunikasi Islam sendiri bukan hanya sekedar pemeberian label Islam untuk komunikasi melainkan bertujuan untuk membuka wawasan bahwa Islam sangat peduli dengan komunikasi yang menyelamatkan, meskipun secara sistematis sebagai pembuah ilmu belum mapan sebagaimana ilmu komunikasi yang sudah ada.
Kepedulian Islam dalam bidang ini tergambar dari banyaknya istilah yang terkait dengan komunikasi menjadi modal utama untuk menggali karakteristik ilmu komunikasi Islam.

D.    Ruang Lingkup Kajian Komunikasi Islam
Objek kajian ilmu komunikasi Islam terdiri dari tiga paket kajian, yaitu: komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan diri sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya. Tiga bentuk komunikasi ini merupakan warisan dari ajaran agama secara universal yang tergambar dalam atsar dari Wahab bin Munabbih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu sebagai berikut:
“Dari Wahab bin Munabbih, beliau berkata: Tertulis dalam hikmah Dawud: “Sangat pantas bagi orang yang berakal untuk tidak lalai dari empat waktu dari siangnya: waktu untuk bermunajat kepada Tuhannya, waktu untuk mengevaluasi dirinya, waktu berkumpul dengan teman-teman yang bisa memberikan nasihat dan menunjukkan kekurangannya, dan waktu untuk santai yang halal dan baik.”
Selanjutnya untuk mengetahui ruang lingkup utama kajian ilmu komunikasi Islam kita perlu mengkaji terlebih dahulu  sumber ilmu komunikasi dan prinsip-prinsip dasar ilmu komunikasi Islam, kemudian dilanjutkan dengan  bentuk-bentuk komunikasi dalam komunikasi Islam, serta mendalami istilah-istilah komunikasi Al-Qur’an dan As-Sunnah yang maknanya melahirkan fungsi-fungsi komunikasi.

E.     Manfaat Mempelajari Ilmu Komunikasi Islam
Cangara yang menyimpulkan penilaian dari banyak pakar mengatakan bahwa komunikasi adalah sebagai suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Menurut Schram komunikasi dan masyarakat merupakan dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Kehadiran ilmu komunikasi Islam bertujuan untuk membimbing kaum Muslimin secara khusus dan manusia secara umum agar mampu membangun komunikasi kepada Pencipta mereka, dengan diri sendiri, serta dengan sesama berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
Jika umat Islam melakukan komunikasi dengan niat ikhlas untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kualitas hubungan positif dengan sesama manusia, maka mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan dunia, tetapi juga akan mendapatkan pahala akhirat.

Judul Buku                  : Komunikasi Islam
Penulis                         : Dr. Harjani Hefni, Lc, MA
Penerbit                       : Prenadamedia Group
                                      Cetakan I, September 2015
Penulis Resume           : Fitri Lestari
                                      Mahasiswa IAIN Pontianak
                                      Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah
                                      Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
                                      Semester II, Kelas B

No comments:

Post a Comment