Tugas
Resume “Ilmu Komunikasi Islam”
BAB
V
FUNGSI-FUNGSI
KOMUNIKASI ISLAM
A. Fungsi-Fungsi Komunikasi
1. Fungsi Informasi
Informasi adalah kehidupan,
karena sejak lahir seluruh perangkat untuk menyerap informasi seperti mata,
telinga dan hatisebagai perangkat utama kehidupan sudah terpasang dan siap
difungsikan. Selain alat penangkap informasi, Allah juga sudah menyiapkan
perangkat untuk menyampaikan kembali informasi yang telah ditangkap kepada
orang lain.
Di antara ayat yang menyatakan
hal ini ialah firman Allah QS. As-Sajdah (32): 7-9
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang
memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya
dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan
kedalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamnu pendengaran,
penglihatan, dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”
Tidak lama setelah Adam
diciptakan dengan dibekali tiga perangkat tersebut, Allah mengajarkan kepada
Adam semua nama benda sebagai bekal untuk menjadi khalifah di muka bumi. Dan,
ketika Adam sudah memiliki ilmu tentang nama-nama benda yang ada, Allah
perintahkan kepadanya untuk menyampaikan dan menginformasikannya kepada para
malaikat. Dengan kelebihan ilmu yang dianugerahkan kepadanya, Allah
memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam.
Selanjutnya Allah menciptkan
Hawwa sebagai pasangan hidup dan teman berbagi rasa dan informasi. Hadirnya
Hawwa membawa kedamaian bagi Adam ‘alaihissalam, dan dari keduanya lahir keturunan
laki-laki dan perempuan yang banyak.
Kisah manusia pertama di muka
bumi di atas mengajarkan kepada kita bahwa manusia sejak lahir memiliki sifat
penasaran ingin mengetahui sesuatu yang ada di sekitarnya. Rasa penasaran dan
haus ingin mengetahui sesuatu merupakan factor utama yang menyebabkan
komunikasi berlangsung. Rasa haus ingin mengetahui sesuatu itulah yang
menyebabkan anak kecil selalu bertanya dengan orang tuanya tentang objek yang
ada di sekitarnya. Untuk memenuhi kebutuhan ingin tahu tentang alam di
sekitarnya itu, Allah ajarkan kepada Adam seluruh nama dan istilah di ala mini.
Setelah memiliki ilmu dan
pengalaman, manusia biasanya tidak betah memendam ilmu dan pengalaman di dalam
dirinya sendiri. Biasanya muncul keinginan untuk berbagi ilmu dan pengalaman
dengan teman-temannya. Kebutuhan untuk berbagi ilmu dan pengalaman itu Allah
salurkan lewat perintah-Nya kepada Adam untuk mengajarkan ilmu yang telah dia
miliki kepada para malaikat.
Selain makhluk yang haus ilmu,
manusia diciptakan sebagai makhluk yang memiliki perasaan. Manusia juga tidak
mampu untuk hidup dengan memendam perassan. Karenanya, Allah ciptakan untuk
Adam pasangan hidup yang bernama Hawwa. Keberadaan teman apalagi pasangan hidup
membuat Adam bebas dan lepas menumpahkan perasaannya.
Kisah di atas juga mengajarkan
bahwa orang yang akan menjadi pemimpin harus memiliki banyak informasi, dan
orang yang unggul dalam informasi akan dimuliakan. Karena Adam memiliki
informasi yang tidak dimiliki oleh malaikat, maka Allah memerintahkan malaikat
untuk sujud kepada Adam.
Ketika komunikasi terjadi,
maka tukar menukar informasi tidak bias dihindarkan. Informasi adalah kunci
utama terjadinya perubahan sikap dan perilaku pada manusia. Seseorang yang
memiliki informasi kurang baik tentang si fulan secara umum akan bersikap
negatif tentang orang tersebut. Tetapi jika informasi yang masuk tentang si
fulan tersebut positif, maka kemungkinan besar sikap orang terhadap si fulan
itu juga akan baik.
Prinsip dasar agama Islam
dalam menyebarkan informasi adalah menutup rapat informasi yang tidak baik yang
terkait dengan orang lain, terutama yang terkait dengan masalah pribadi. Islam
melarang namimah atau mengungkap
kejelekan orang lain, dan mengkategorikan perbuatan ini sebagai salah satu dosa
besar. Islam melarang orang yang bermimpi jahat untuk menyampaikan mimpinya
kepada orang lain. Bahkan orang yang bangga menyampaikan informasi tentang
kejahatan yang dia lakukan termasuk orang yang tidak di ampuni dosanya oleh
Allah.
Dalam pandangan Islam,
informasi adalah pintu awal seseorang memiliki karakter tertentu, baik atau
buruk. Ibnu Qayyim mengatakan bahwa karakter tidak terbentuk otomatis, tetapi
melalui tahapan-tahapan. Pembentukan karakter dimulai dengan langkah
mengumpulkan informasi tentang makna pesan (khawathir
dan afkar), lalu terbentuk
persepsi (tashawwur), lalu muncul
keinginan (iradah) dan akhirnya
melahirkan perbuatan (fi’l).
perbuatan yang dilakukan secara berulang akan melahirkan karakter (‘adat). Baik
tidaknya suatu karakter tergantung dari input informasi yang masuk.
Mengingat pentingnya informasi
dalam kehidupan manusia, maka Islam melarang keras umatnya untuk berdusta,
karena dusta akan menciptakan fasad
al-tashawwur (rusaknya persepsi) seseorang terhadap orang lain atau
terhadap sesuatu dan menyeret pelakunya untuk masuk neraka.
2.
Fungsi Meyakinkan
Fungsi meyakinkan artinya
membuat ide, pendapat, dan gagasan yang kita miliki bisa diterima oleh orang
lain dengan senang hati dan tidak terpaksa. Bahkan bukan sekadar menerima
dengan sukarela, mereka yang merasa mantap dengan penjelasan tersebut bisa
menjadi pendukung ide itu.
Fungsi meyakinkan dalam
komunikasi Islam bisa dicapai di antaranya dengan metode hiwar (dialog) dan jidal (debat).
Hiwar dilakukan dengan suasana
santai, saling mengemukakan pendapat dengan tenang, mungkin didalamnya juga
terjadi tarik ulur, dan akhirnya berujung kepada suatu kesepakatan mendukung
ide bersama atau salah satu ide yang baik. Adapun jidal biasanya lebih seru, kadang-kadang sampai panas, dan
masing-masing ngotot dengan pendapatnya. Orang yang menyampaikan ide cemerlang
dengan alasan-alasan dan logika yang kuat biasanya akan menjadi pemenang dan
idenya akan dijadikan rujukan.
3.
Fungsi Mengingatkan
Lupa adalah sifat yang tidak
bisa berpisah dari manusia. Sifat ini sudah ada sejak adanya bapak manusia
pertama, Adam a.s. Ibnu Mandzur dalam lisan al-Arab mengatakan bahwa di antara
rahasia penamaan manusia dengan istilah insan karena manusia memiliki sifat
pelupa. Pendapat Ibnu Mandzur itu disandarkan kepada pemahaman Ibnu Abbas
tentang surah Thaha ayat 115 yang
mengisahkan tentang sebab Adam melanggar perintah Allah. Adam yang
diperintahkan oleh Allah untuk tidak
memakan buah pohon al-khuldi ternyata
memakan buah terlarang itu karena lupa.
Di antara penyebab lupa
adalah:
1. Tidak kuatnya
informasi menempel di otak. Informasi yang tidak kuat menempel di otak sangat
mudah hilang dari ingatan kita. Informasi di otak ibarat kertas yang ditempel
di dinding. Jika kita tidak kuat menempelkan, maka kertas akan mudah jatuh.
2. Informasi yang
terlalu banyak dan tidak disimpan dengan rapi ditambah lagi karena suntuk dan
terlalu banyak pekerjaan yang harus dituntaskan.
3.
Informasi tidak
disusun berdasarkan kronologinya. Otak kita ibarat computer, mampu mencari data
yang begitu banyak dalam waktu singkat. Tetapi jika data tersebut tidak
diurutkan dengan baik, kita akan kesulitan untuk menemukannya di mana data itu
kita simpan.
4.
Tidak mengikat
informasi dengan tulisan. Sebenarnya otak bisa menyimpan data cukup lama. Kita
mungkin masih banyak mengingat masa kecil kita, saat kitra di TK, SD, dan
seterusnya. Tapi mungkin juga sebagian sudah lupa siapa saja teman-teman kita
saat di TK dan SD. Tapi kalau hal itu diikat dengan tulisan, maka kita akan
lebih mudah untuk mengingat kembali kenangan masa lalu tersebut.
5. Di antara factor
yang membuat orang menjadi mudah lupa adalah factor gizi buruk dan kesehatan
yang tidak baik.
6.
Suasana tidak
nyaman dan tidak aman juga membantu orang untuk cepat lupa.
7.
Tidak ada waktu
istirahat dan kerja terus-menerus.
8.
Banyaknya benturan
baik dari dalam maupun luar diri.
9.
Tergesa-gesa.
10. Menganggap remeh suatu masalah.
11. Factor keturunan.
12. Factor usia.
13. Factor godaan setan.
Di
antara metode untuk memperkuat ingatan di antaranya:
1. Menghubungkan dengan objek tertentu. Anggap ketinggian Ka’bah 15 m.
agar kita selalu ingat dengan ketinggian itu, hubungkan Ka’bah dengan bulan
purnama di malam ke-15 yang menerangi Ka’bah.
2. Mencatat dan menulis informasi. Kita yang biasa
menulis janji yang kita buat akan lebih ingat dibandingkan hanya diingat saja,
meskipun catatan kita tidak kita buka.
3. Memperhatikan makanan yang sehat. Makanan siap saji
dan berbagai model makanan yang tidak di masak dengan baik, tidak baik untuk
tubuh dan berperan mengurangi asupan Omega 3 ke dalam tubuh. Padahal Omega 3
ini sangat berperan dalam memperkuat daya ingat.
4. Menjaga kesehatan tubuh.
5. Sering mengulang-ngulang materi dan pekerjaan yang
kita perlukan.
6. Tidak terlalu banyak menanggung beban tanggung jawab.
7. Hidup yang tertata.
8. Mencari suasana yang nyaman, aman, dan tenang.
9. Tidak terburu-buru dalam melakukan pekerjaan.
10. Selalu membaca dan melakukan kajian.
11. Menghindari makanan-makanan yang merusak tubuh.
12. Selalu membaca dan menghafal Al-Qur’an, doa dan
hal-hal yang memuaskan suasana batin.
4. Fungsi Memotivasi
Kalau Anda punya handphone, pasti handphone Anda tidak betah berpisah lama dengan charger. Tanpa charger, dalam waktu satu, dua, atau tiga hari handphone Anda akan low bat
dan setelah itu mati dan tidak berfungsi.
Manusia dalam hidupnya
memerlukan charger karena semangat
hidup manusia secara umum tidak stabil. Charger
itu disebut dengan motivasi.
Mengucapkan secara berulang
setiap pagi dan petang hal-hal yang hendak kita hindari atau hal-hal yang
seharusnya kita lakukan adalah di antara metode komunikasi antara manusia
dengan Tuhannya dan dengan dirinya sendiri untuk membuang penyakit-penyakit
mental yang ada di dalam dirinya yang membuatnya terbelenggu dan menumbuhkan
nilai-nilai positif sehingga dia bisa terbang bebas merealisasikan mimpi-mimpi
indahnya.
Metode memotivasi diri sendiri
adalah metode yang paling ideal. Metode ini praktis, murah, dan mudah, tetapi
hasilnya dahsyat. Selain metode memotivasi diri sendiri, manusia juga bisa
termotivasi jika mendapatkan suntikan motivasi darim orang lain.
Komunikasi adalah salah satu
cara untuk menyuntikkan motivasi kepada orang lain. Metode yang paling cocok untuk
menyuntikkan motivasi dalam komunikasi Islam adalah metode tabligh dan tabsyir.
5. Fungsi Sosialisasi
Banyak teori yang menjelaskan
tentang teori kebutuhan, dan di antara yang paling terkenal adalah teori Maslow
yang dalam bukunya Motivation and
Personality menjelaskan lima jenjang kebutuhan pokok manusia sebagai
berikut:
1. Kebutuhan fisiologi dasar (physiological needs). Manifestasi kebutuhan ini tampak pada tiga
hal yaitu sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan primer
untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan biologis.
2. Kebutuhan rasa aman (safety needs), manifestasi kebutuhan ini antara lain adalah
kebutuhan akan keamanan jiwa, dimana manusia berada, kebutuhan keamanan harta,
perlakuan yang adil, pension, dan jaminan hari tua.
3. Kebutuhan social untuk dicintai dan disayangi (social needs). Manifestasi kebutuhan ini
antara lain tampak pada kebutuhan akan perasaan yang diterima oleh orang lain (sense of belonging), kebutuhan untuk
maju dan tidak gagal (sense of
achievement), kekuatan ikut serta (sense
of participation).
4. Kebutuhan akan penghargaan/prestise (esteem needs), semakin tinggi status,
semakin tinggi pula prestisenya. Prestise dan status ini dimanifestasikan dalam
banyak hal, misalnya tongkat komando, mobil mercy, kamar kerja yang full AC,
dan lain-lain.
5. Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization), kebutuhan ini manifestasinya tampak pada
keinginan mengembangkan kapasitas mental dan kapasitas kerja, melalui on the job training, of the job training, seminar,
konferensi, pendidikan akademis, dan lain-lain.
6. Fungsi Bimbingan
Di antara fungsi komunikai
adalah untuk membimbing manusia. Tidak semua kita mampu membaca kemampuan kita
sendiri, dan tidak semua kita mampu menyelesaikan masalah kita sendiri, padahal
hidup tidak pernah sepi dari masalah. Di sinilah manusia memerlukan orang lain
untuk membimbingnya mencari solusi atau mengarahkannya ketempat yang tepat.
Dalam istilah komunikasi Islam, fungsi bimbingan ini disebut dengan irsyad.
Ada empat focus utama
aktivitas komuniki dalam membimbing seseorang: pertama, membimbing orang untuk melakukan perbuatan yang baik dan
menangkal mereka untuk melakukan perbuatan negatif. Kedua, memperbaiki atau memulihkan kondisi mereka yang sudah rusak.
Ketiga, mengarahkan orang untuk
menemukan potensi yang mereka miliki. Dan keempat,
mengembangkan potensi manusia agar lebih maksimal.
Manusia dilahirkan dalam
keadaan fitrah, tetapi berpotensi menjadi rusak karena dalam diri manusia
terdapat sifat fujur. Bimbingan akan berfungsi sebagai pencegahan jika
dilakukan sejak dini sebelum seorang anak terkontaminasi dengan lingkungannya.
Jika seseorang sudah terjerat
dalam gurita permasalahan dan dia kesulitan untuk keluar dari jerat tersebut,
maka bimbingan lebih difokuskan untuk mendengar dan mendalami permasalahan yang
sedang dihadapi oleh orang yang diminta bimbingan. Setelah mendapatkan gambaran
yang utuh tentang permasalahan, kerja pembimbing berikutnya adalah memperbaiki
atau memulihkan kondisi kliennya.
Secara umum, bimbingan
diberikan dalam bentuk komunikasi antarpersonal atau komunikasi kelompok kecil.
Komunikasi antarpersonal menjadi pilihan utama dalam bimbingan karena setiap
orang memiliki permasalahan yang berbeda dengan orang lain. Bimbingan bisa
dilakukan dalam kelompook kecil jika orang-orang yang berkumpul dalam kelompok
tersebut adalah orang-orang yang memiliki permasalahan yang relative sama.
Bimbingan bisa dilakukan
dengan melakukan percakapan pribadi, dialog langsung, dan tatap muka dengan
orang yang dibimbing, bisa dengan melakukan home
visit untuk mengetahui kondisi rumah dan lingkungan yang memengaruhinya,
atau berkunjung ketempat kerjanya dan melakukan percakapan individual sekaligus
mengamati kerja klien di lingkungannya.
7. Fungsi Kepuasan Spiritual
Manusia terbentuk dari dua
unsur yang keduanya memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Tubuh memerlukan
makanan, pakaian, tempat tinggal, dan segala hal yang mendukung keselamatannya.
Adapun kebutuhan roh adalah berkomunikasi dengan Allah, Sang Penciptanya, hati
menjadi tenang.
Al-Qur’an menyatakan bahwa
sumber ketenangan hati adalah zikir. Allah berfirman QS. Ar-Rad (13): 28:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi
tenteram”.
Kata “hanya” di dalam ayat di
atas mengandung makna bahwa ketenteraman hati tidak akan ditemukan pad acara
yang lain selain zikir, tentunya zikir dalam arti yang luas.
Di antara metode memuaskan
spiritual adalah dengan memberikan mau’idzah
dan nasihat kepada mereka.
8. Fungsi Hiburan
Dalam hidup ini, kita hanya
akan berhadapan dengan dua kemungkinan: bahagia atau sedih. Tidak ada orang
yang seumur hidupnya hanya merasakan kebahagiaan. Suatu saat dia akan mengalami
masa-masa berat dalam hidupnya. Tetapi tidak ada juga orang yang selama hidup
hanya merasakan penderitaan, pasti ada waktu-waktu dia bisa tertawa dan
mengalami masa-masa bahagia.
Ketika mendapatkan
kebahagiaan, Islam mengajarkan kepada penganutnya agar mengucapkan syukur atas
nikmat yang telah di dapat. Dan kepada saudaranya yang mengetahui temannya
mendapatkan nikmat dianjurkan untuk menambah rasa bahagia saudaranya dengan
mengucapkan selamat kepadanya.
Adapun orang yang diberi
ucapan selamat membalas dengan mengucapkan:
“Semoga Allah juga memberkahimu dan melimpahkan kebahagiaan untukmu.
Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan, mengaruniakan kepadamu
sepertinya dan melipatgandakan pahalamu.”
Selain rasa bahagia,
kadang-kadang kita juga diselimuti oleh rasa takut, tseperti takut kehilangan
orang yang dicintai, takut dengan ketidakjelasan masa depan, takut kehilangan
pekerjaan, takut tidak dihargai, takut kehilangan harta, dan seterusnya. Semua
kita pasti merasa lelah, kadang harus berhadapan dengan kesulitan, diuji dengan
berbagai kasus, bahkan tidak jarang harus menderita.
Dalam kondisi seperti ini,
hati kita sangat perlu kepada hiburan. Hati yang terhibur akan membuat rasa
takut menjadi hilang., lelah akan hilang, derita terobati, dan kondisi kita
menjadi fresh kembali.
Judul Buku : Komunikasi Islam
Penulis : Dr.
Harjani Hefni, Lc, MA
Penerbit : Prenadamedia Group
Cetakan I, September 2015
Penulis Resume : Fitri Lestari
Mahasiswa IAIN Pontianak
Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah
Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Semester II, Kelas B